Oplus_16908288

 

Di tengah pesatnya perkembangan teknologi dan dunia digital, sektor pertanian Indonesia menghadapi tantangan besar: krisis regenerasi petani. Profesi yang dahulu menjadi kebanggaan bangsa kini semakin jarang dilirik oleh generasi muda, khususnya Gen-Z.
Generasi yang akrab dengan internet, gadget, dan media sosial ini cenderung memilih karier di bidang teknologi, industri kreatif, atau pekerjaan kantoran yang dianggap lebih modern dan menjanjikan. Akibatnya, minat untuk terjun ke dunia pertanian semakin menurun dari tahun ke tahun.
Padahal, pertanian adalah sektor strategis yang menentukan ketahanan pangan bangsa. Tanpa adanya regenerasi, keberlanjutan produksi pangan di masa depan dapat terancam. Inilah tantangan nyata yang harus dihadapi dunia pendidikan saat ini: bagaimana menjadikan pertanian kembali menarik bagi generasi muda.
SMA Maarif 1 Pamekasan menyadari pentingnya peran sekolah dalam menjawab tantangan tersebut. Melalui berbagai program seperti kelas agribisnis, praktik kewirausahaan, serta kegiatan life skill Weekend Class Action, siswa diperkenalkan pada konsep pertanian modern yang kreatif dan inovatif. Gagasan kegiatan agrobisnis ini sebagai tambahan program pada kegiatan class action diwujudkan sejak pertengahan tahun 2022 pasca covid 19.
Pertanian di era digital bukan lagi tentang mencangkul di sawah semata. Kini, dunia tani dapat dikembangkan dengan teknologi smart farming, pemasaran digital, hingga pengolahan produk berbasis kewirausahaan. Inilah yang perlu ditanamkan kepada Gen-Z: bahwa menjadi petani masa depan adalah profesi yang cerdas, keren, dan penuh peluang.
Dengan dukungan pendidikan yang tepat, inovasi teknologi, serta semangat generasi muda, regenerasi petani bukanlah hal yang mustahil. Justru dari tangan Gen-Z, pertanian Indonesia dapat bangkit menjadi lebih modern, produktif, dan berdaya saing.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *