SMA Maarif 1 Pamekasan melaksanakan kegiatan petik panen jagung sebagai bagian dari program pembelajaran agrobisnis, Rabu 18 Pebruari 2026. Kegiatan agrobisnis ini selaras apa yang telah di canangkan oleh Gubernur Jatim tentang program SIKAP tahun 2026 yakni Sekolah Inovatif Ketahanan Pangan. Kegiatan petik panen jagung ini diikuti oleh tim agrobisnis dan OSIS , guru, serta pihak sekolah, namun tidak semua siswa turun lapangan karena bertepatan dengan libur menjelang Ramadhan.
“Alhamdulillah hasilnya sangat memuaskan. Program ini bukan sekadar praktik bercocok tanam, tetapi menjadi sarana pembelajaran kontekstual yang menumbuhkan karakter mandiri, tanggung jawab, dan jiwa wirausaha”. Kata kepala sekolah.
Melalui kegiatan agribisnis, siswa belajar mulai dari proses pembibitan, perawatan tanaman,dan panen, siswa tidak hanya memahami teori, tetapi juga mengalami langsung bagaimana mengelola usaha berbasis pertanian secara sederhana namun nyata. Yang tak kalah pentingnya adalah pemanfaatan organik pada tanaman dan proses pengolahan lahan yang baik dan benar. Lahan menggunakan metode multi layer dengan beberapa macam tanaman diantaranya Jagung, cabe rawit, tomat, padi Gogo merah dan di proyeksikan bawang merah dan putih. Sektor pertanian di zaman sekarang sangat berperan penting dalam menjaga ketahanan pangan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Dengan pengelolaan yang baik, hasil pertanian tidak hanya mencukupi kebutuhan konsumsi, tetapi juga dapat dikembangkan menjadi produk bernilai tambah.
Keterlibatan generasi muda dengan inovasinya, pertanian diharapkan mampu menjadi sektor unggulan yang berkelanjutan serta memberikan kontribusi nyata bagi perekonomian di masa depan.
SMA Maarif 1 Pamekasan melalui program agrobisnis ini merencanakan kedepan sebagai pengembangan dalam mengedukasi generasi saat ini, membuat satu program Agro Vista, dimana lingkungan sekolah (SMA Maarif 1 Pamekasan) akan memanfaatkan lahan kosong menjadi tepat guna diantaranya ruang budidaya perikanan, tanaman hidroponik dan lainnya. Pengembangan ini menjadi bagian selain mengedukasi siswa siswinya di bidang agrobisnis juga sebagai wadah untuk berbagi praktik baik dengan eksternal sekolah.