Pamekasan, 2026 – SMA Maarif 1 Pamekasan menjalin kerja sama kemitraan dengan PT East West Seed Indonesia (Cap Panah Merah) melalui penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) dalam rangka penguatan Program Agro School, pembelajaran berbasis proyek (Project Based Learning), dan pengembangan kompetensi agribisnis siswa. Kegiatan ini merupakan langkah strategis sekolah dalam mewujudkan pendidikan yang relevan dengan kebutuhan dunia pertanian modern dan ketahanan pangan. SMA Maarif 1 Pamekasan sendiri merupakan lembaga pendidikan di bawah naungan LP Ma’arif NU yang berdiri sejak tahun 2012 dan terus mengembangkan program-program inovatif berbasis potensi lokal.
Kepala SMA Maarif 1 Pamekasan menyampaikan bahwa kerja sama ini menjadi bagian dari komitmen sekolah dalam membangun ekosistem pembelajaran yang tidak hanya berorientasi pada teori, tetapi juga praktik nyata di lapangan.
“Melalui kemitraan dengan PT East West Seed Indonesia, siswa akan memperoleh pengalaman belajar yang lebih kontekstual melalui proyek agribisnis, budidaya hortikultura, serta pengenalan teknologi pertanian modern. Kami berharap program ini dapat melahirkan generasi muda yang kreatif, inovatif, dan memiliki jiwa kewirausahaan di bidang pertanian, Ada pun kegiatan ini selaras apa yang telah di canangkan oleh Gubernur Jatim yakni program SIKAP (Sekolah Inovatif Ketahanan Pangan). Pada dasarnya kegiatan agribisnis SMA Maarif 1 sudah menjadi kegiatan yang menjadi muatan potensi lokal yang sudah di sandingkan dengan Kurikulum Satuan Pendidikan” ungkap Kepala Sekolah.
Menurutnya, program Agro School yang selama ini dikembangkan SMA Maarif 1 Pamekasan akan semakin kuat dengan dukungan industri, terutama dalam penyediaan pengetahuan, teknologi, benih unggul, serta pendampingan praktik budidaya yang sesuai standar dunia usaha. Di samping itu juga nanti yang akan menjadi sasaran lahan project kolaborasi ini bukan lagi skala mini tetapi skalanya lebih besar karena akan memanfaatkan lahan di area lingkungan sekolah diantaranya halaman sekolah dan lahan pertanian warga tidak produktif.
Sementara itu, Ketua PC LP Ma’arif NU Pamekasan, Bapak H. Jamil, menyambut baik terjalinnya kerja sama tersebut. Ia menegaskan bahwa pendidikan Ma’arif harus mampu menjawab tantangan zaman dengan tetap berpijak pada nilai-nilai ke-NU-an dan kebutuhan masyarakat.
“Kami sangat mengapresiasi langkah SMA Maarif 1 Pamekasan yang terus berinovasi. Kemitraan ini merupakan contoh nyata kolaborasi antara dunia pendidikan dan dunia industri. Agribisnis merupakan sektor yang sangat potensial, sehingga siswa perlu dibekali kompetensi yang memadai agar mampu menjadi pelaku usaha maupun inovator di bidang pertanian pada masa depan,” tutur H. Jamil.
Lebih lanjut, beliau berharap kerja sama ini tidak hanya menghasilkan peningkatan keterampilan teknis siswa, tetapi juga membentuk karakter mandiri, tangguh, dan berdaya saing. Dengan adanya sinergi antara sekolah, LP Ma’arif NU, dan dunia industri, program Agribisnis SMA Maarif 1 Pamekasan diharapkan menjadi model pengembangan pendidikan berbasis potensi lokal yang mampu mendukung ketahanan pangan dan pembangunan ekonomi masyarakat.
Melalui MoU ini, berbagai program kolaboratif akan dikembangkan, antara lain pelatihan budidaya tanaman hortikultura, demonstrasi plot pertanian, riset siswa, pengembangan proyek kewirausahaan siswa, pendampingan teknis, serta peningkatan kompetensi guru dan peserta didik. Kegiatan tersebut menjadi bagian pengembangan agribisnis SMA Maarif 1 Pamekasan untuk menjadi Sekolah Inovatif Ketahanan Pangan (SIKAP) yang melahirkan generasi unggul, berkarakter, dan siap menghadapi tantangan masa depan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Exit mobile version